Laman

Sabtu, 29 Mei 2010

Office affair menarik atau bahaya

Selingkuh itu indah". Apakah pernyataan itu benar? Bagi banyak orang yang sedang menikmati mabuk asmara, perselingkuhan terlihat indah. Bagi masyarakat perkotaan, perselingkuhan telah menjadi tren, khususnya di tempat kerja yang dikenal dengan istilah "office affair". Hampir seperempat perselingkuhan terjadi di tempat kerja dengan teman kerja. Perselingkuhan yang dibicarakan di artikel ini adalah perselingkuhan yang dilakukan oleh seseorang yang sudah menikah.

Mengapa Terjadi "Office Affair"?

Kantor atau tempat kerja menjadi "tempat subur" terjadinya perselingkuhan. Hal ini bukannya tanpa alasan. Di tempat ini memang sangat memungkinkan terjadinya hubungan percintaan antar karyawan dan akan menyebabkan masalah bila hubungan percintaan menjerat seseorang yang telah menikah. Mengapa "office affair" sering terjadi di tempat kerja? Berikut ini beberapa alasannya:

  • Jumlah jam kerja selama sehari minimal 8 jam yang menjadikan kantor atau urusan kerja adalah salah satu tempat terbanyak kita menghabiskan waktu setiap hari. Dalam satu minggu, pertemuan dengan rekan kerja bisa berlangsung 5 atau 6 hari selama seminggu. Sehingga jumlah waktu yang dihabiskan dengan teman kantor lebih banyak dibandingkan dengan pasangan hidup.
  • Jam kerja biasanya dimulai dari pagi hari. Pada saat ini kita masih merasa segar baik secara fisik maupun emosi. Wajah terlihat segar yang akan menambah kecantikan. Tambahan make up dan parfum yang membuat penampilan semakin menarik. Sebaliknya, waktu yang kita habiskan bersama pasangan adalah saat kita telah kehabisan energi, saat itu kita mungkin lelah sehingga penampilan tidak menarik.
  • Teman kantor bisa jadi menjadi tempat curhat yang paling mudah dijumpai. Hidup berumah tangga tentu tidak bebas dari masalah. Saat terjadi masalah, mungkin ada yang mencari jalan keluar dengan cara curhat dengan teman kantor. Bila curhat ini Anda lakukan dengan rekan kerja yang berlawanan jenis, bisa saja Anda merasakan kenyamanan semu dan mengganggapnya lebih menyenangkan dibandingkan dengan pasangan hidup. Jika proses ini terus berlangsung akan menghasilkan sikap romantis kepada rekan kerja yang pada akhirnya bisa menjadi pemicu perselingkuhan.
  • Penyebab lainnya adalah kemerosotan nilai moral yang mungkin kita dapat dari berbagai media hiburan seperti di televisi, lagu, atau Internet yang menyampaikan kesan bahwa perselingkuhan dan perceraian adalah sesuatu yang wajar.

Akibat Perselingkuhan

Harga yang harus dibayar karena suatu hubungan selingkuh bisa saja sangat mahal. Bisa jadi segala yang dicapai seseorang dengan susah payah seperti kedudukan, kuasa, kemakmuran akan hilang karena tuntutan yang serakah dari sang wanita atau tuntutan ganti rugi dari masyarakat. Alangkah mahalnya harga yang harus dibayar oleh perselingkuhan itu!

Selain itu, perasaan pasangan hidup yang tidak bersalah tentu akan menjadi korban. Perasaan dikhianati ini tidak dapat hilang dalam waktu sebentar karena dapat menyebabkan trauma baik bagi pasangan hidup maupun anak-anak. Akibat yang sering terjadi adalah perceraian yang bisa melukai perasaan anak dan menimbulkan trauma yang berkepanjangan. Fakta menunjukkan bahwa 43% pria dan 61% wanita sulit memaafkan dan melupakan pasangannya yang berselingkuh. Bahkan rasa cinta korban perselingkuhan dapat dengan mudah menjadi rasa benci.

Hubungan terlarang di kantor ini biasanya akan menjadi gosip yang menarik di kantor. Bila Anda terbukti berselingkuh, bisa jadi Anda kehilangan pekerjaan bila perusahaan tidak mau citra perusahaan menjadi rusak. Meskipun perusahan tidak mengambil tidakan tegas, tetapi Anda akan kehilangan wibawa dari bawahan Anda. Nama baik Anda dapat tercemar karena tidak setia.

Bagaimana agar Tidak Selingkuh?

Perselingkuhan terlihat indah, namun hanya semu, karena ujungnya banyak harga mahal yang harus dibayar oleh pelaku perselingkuhan. Karena itu, bagaimana agar hubungan tidak pantas ini bisa dihindari khususnya di tempat kerja? Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda coba jika mulai terjebak romantisme dengan rekan kerja yang bukan pasangan hidup Anda:

  • Jangan jadikan rekan kerja lawan jenis sebagai tempat curhat. Selesaikan masalah dalam rumah tangga dengan suami atau istri. Masalah dalam keluarga bukanlah sesuatu yang terlalu besar sehingga tidak dapat dipecahkan bersama.
  • Jangan memulai atau terlibat dari perkataan yang berisi rayuan dengan rekan kerja yang berlawanan jenis
  • Cara ini cukup ampuh, yaitu memasang foto istri atau keluarga di meja kerja atau sebagai wallpaper komputer dan handphone Anda.
  • Baik untuk makan siang, pulang pergi hendaknya tidak dilakukan hanya berdua dengan rekan sekerja yang sama terus-menerus. Ajaklah beberapa orang lainnya untuk menemani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About

Diberdayakan oleh Blogger.