Laman

Kamis, 22 Juli 2010

Pertamina Bantah Premium Penyebab Kerusakan, Ribuan Mobil Terserang Gangguan Fuel Pump





Berbagai merek mobil mengalami kerusakan pada pompa bahan bakar atau fuel pump selama beberapa pekan terakhir. Sejumlah mobil yang mengalami kerusakan pada fuel pump adalah pengguna premium. Bahan bakar yang digunakan diduga sebagai penyebab kerusakan fuel pump.


Kasus kerusakan fuel pump mampet menimpa armada taksi Blue Bird. Gangguan ini terjadi pada sekitar 1.200 mobil dari 17 pul yang tersebar di Jabodetabek. "Kendaraan mulai bermasalah dengan pompa bahan bakar pada awal Juni dan sampai sekarang masih berlangsung," ungkap Humas PT Blue Bird, Teguh Wijayanto seperti dilansir detik.com.


Ke-1.200 unit itu, menurut Teguh, adalah kendaraan yang berada di luar alias beroperasi. Jumlah itu belum termasuk mobil yang dikandangkan karena tidak bisa distarter. "Setiap harinya, yang terkena 30 sampai 40 unit," aku Teguh.


Pihak Blue Bird belum bisa menyimpulkan penyebab dari gangguan pada pompa bahan bakar ini. "Hanya, dari hasil pemeriksaan, terjadi penggumpalan," ungkapnya.


Masalah kerusakan fuel pump pada mobil ibarat virus ganas yang sudah menyebar luas. Korbannya tak cuma armada taksi, tetapi juga kendaraan pribadi, terutama yang memakai premium. Seperti disampaikan Faisal Taliti. Saat memperbaiki mobil, bengkel yang ia tuju sudah menangani 20 unit per minggu dengan kerusakan yang sama.


"Ada Jazz 2005, Avanza 2007 dan Volvo 2003. Ada apa gerangan dengan Bahan Bakar?" tanya Faisal.


"Saya juga baru ganti pompa bensin sekitar 2 minggu yang lalu. Kejadiannya sama persis. Ada penggumpalan di pompa sehingga terbakar," papar Siswadi Setyonegoro dalam komentarnya menanggapi tulisan soal taksi Blue Bird di website TvOne.


TVOne juga memberitakan, jika dealer Toyota di Medan mengaku dalam beberapa pekan terakhir menerima 20 mobil dengan kerusakan yang sama. Jenisnya Avanza, Inova dan Xenia.


Para produsen sejumlah merek mobil juga mengaku permintaan perbaikan suku cadang fuel pump berbagai jenis mobil produksinya meningkat hingga 300 persen dalam dua bulan terakhir.


Pihak Toyota menilai peningkatan ini hal yang tidak wajar. Sebab suku cadang ini harusnya punya ketahanan lebih dari satu tahun.


Sementara Vice President Director Sales & Marketing Nissan Motor Indonesia Teddy Irawan mengaku mobil produksi miliknya ada yang menga lami kerusakan yang sama. "Nissan sudah ada yang kena. Jumlah persisnya kurang tahu dan yang terkena kayanya baru Serena. Kalau Grand Livina kayanya belum ada," sebut Teddy Irawan.


Menurut Teddy, indikasi tadi muncul karena belum ada laporan dari pemakai pertamax atau pertamax plus. "Dan yang terkena itu rata-rata pompa bahan bakarnya (fuel pump) berada di dalam tangki," tegasnya.


Terkait meluasnya gangguan terhadap fuel pump ini, Pertamina diminta lebih jujur memastikan kualitas premiumnya dan jangan dijadikan alasan untuk mempertegas pembatasan subsidi BBM.


PT Pertamina (Persero) membantah jika bahan bakar minyak (BBM) produksinya menyebabkan kerusakan pada fuel pump kendaraan. "Logikanya, kalau BBM bermasalah, maka kendaraan berhenti semua di Jakarta ini," kata Sekretaris Perusahaan Pertamina, Toharso, dalam keterangan pers Jakarta kemarin.


Toharso menegaskan bahwa seluruh BBM yang dijual Pertamina sudah memenuhi aspek yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Minyak Bumi dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About

Diberdayakan oleh Blogger.