Laman

Kamis, 22 Juli 2010

USD738 Miliar untuk Energi Bersih Disiapkan China

Ilustrasi

BEIJING - Pemerintah China akan menyediakan dana USD738 miliar untuk mengembangkan energi ramah lingkungan dalam 10 tahun ke depan. Rencana tersebut merupakan bagian dari upaya mengurangi emisi karbondioksida.

"Dana sebesar itu akan diinvestasikan mulai 2011-2020 dan akan diajukan dulu kepada Dewan Negara dan kabinet untuk disetujui," kata Badan Energi Nasional China (NAE) di Beijing seperti dikutip dari AFP.

Menurut NAE, dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan energi alternatif seperti listrik tenaga nuklir, turbin angin dan biomassa. Dalam situs resminya, Kepala Departemen Perencanaan NAE Jiang Bing mengatakan bahwa program itu meliputi pengembangan teknologi untuk membuat mengurangi polusi batu bara dan memperluas jaringan listrik negara.

"Pada 2020 ketergantungan China terhadap batu bara akan dikurangi, saat rencana tersebut diimplemantasikan," ujar Jiang.

Rencana China mengembangkan energi ramah lingkungan merupakan tindak lanjut pertemuan perubahan iklim di Kopenhagen, Denmark akhir tahun lalu. Untuk diketahui, saat ini ketergantungan China terhadap energi dari batu bara lebih dari 70 persen dari total kebutuhan energi nasionalnya.

China menargetkan, dalam 10 tahun ke depan bisa meningkatkan penggunaan energi terbarukan hingga 15 persen dan memangkas emisi karbondioksida hingga 45 persen.

Menurut Jiang, dalam lima tahun ke depan China berharap bisa mengurangi penggunaan batu bara hingga 63 persen dari total kebutuhan energi. China juga akan meningkatkan penggunaan bahan bakar nonfosil hingga 11 persen.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya mengumumkan, sepanjang 2009 China telah menghabiskan dana sekitar USD34,6 miliar dalam program energi bersihnya atau naik lebih 50 persen dibanding tahun sebelumnya.

"China menjadi negara yanga mengeluarkan investasi terbesar untuk mengembangkan teknologi energi agar lebih efisien," ujar PBB.

Sementara itu, Badan Energi Internasional (IEA) Ranu (21/7) lalu mengumumkan China sebagai pengguna energi terbesar yakni sebanyak 2,25 miliar ton ekuivalen minyak sepanjang 2009 lalu. Jumlah tersebut, lebih besar 0,4 persen dibanding konsumsi energi Amerika Serikat (AS) sebesar 2,17 miliar ton ekuivalen minyak.

Namun, data IEA dibantah China. Menurut Biro Statistik China, penggunaan energi China pada tahun lalu hanya 2,13 miliar ton ekuivalen minyak.

"Amerika masih menjadi konsumen terbesar energi di dunia dengan menghabiskan 19 juta barel per hari. Sedangkan China hanya 9,2 juta barel per hari," kata Biro Statistik China.
(Yanto Kusdiantono/Koran SI/wdi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About

Diberdayakan oleh Blogger.