Rio de Janeiro (ANTARA News/Reuters) - Penjaga gawang tim sepak bola paling populer di Brazil, Rabu, menyerahkan diri kepada polisi yang menyelidiki hilangnya dan kemungkinan dibunuhnya mantan pacarnya, dalam kasus yang membuat tercengang masyarakat di negara "gila bola" tersebut.

Kiper Flamengo, Bruno Souza, dan seorang temannya menghadapi perintah penangkapan sementara jaksa penuntut umum menyelidiki hilangnya model Eliza Samudio (25) bulan Juni.

Beberapa mobil polisi tiba di rumah mewah Bruno di pantai Rio de Janeiro, Rabu, tapi mereka tak menemukan penjaga gawang itu atau temannya Luiz Henrique Ferrera Romao, yang dikenal dengan sebutan "Spaghetti".

Kedua orang itu belakangan datang ke kantor polisi. Tak seorang pun dinyatakan sebagai tersangka.

Samudio (25) mengajukan pengaduan ke polisi terhadap Bruno, dan mengatakan model itu telah diculik, dipukuli dan dipaksa mengkonsumsi obat yang akan mengakibatkan dia keguguran. Samudio belakangan melahirkan seorang bayi yang ia katakan adalah anak Bruno.

Kantor jaksa penuntut umum di Rio de Janeiro menyatakan di jejaringnya kantornya bahwa telah mengajukan dakwaan penyerangan dan penculikan yang berkaitan dengan peristiwa yang diduga terjadi pada Oktober terhadap Bruno dam Ramao.

Bruno, yang seperti banyak pemain sepak bola Brazil dikenal dengan nama satu kata, telah membantah ia terlibat dalam hilangnya Samudio dalam komentar kepada media. Istri Bruno ditangkap di kota tempat tinggal pemain tersebut di Belo Horizonte, sekitar 440 kilometer di sebelah utara Rio de Janeiro.

Klub sepak bola Flamengo, Rio de Janeiro, adalah juara liga dan sejauh ini menjadi klub paling terkenal di Brazil.

Satu sumber polisi mengatakan bahwa penangkapan Bruno diperintahkan setelah sepupu penjaga gawang tersebut --yang berusia 17 tahun-- bersaksi bahwa Bruno dan Romao telah menculik Samudio dan membawa model itu ke rumah Bruno di Belo Horizonte.

Hubungan antara bintang olah raga favorit di Brazil dan aksi pidana telah menjadi sorotan setelah Adrinao, pemain lain Flamengo dan mantan penyerang bagi tim nasional, diselidiki karena diduga terkait dengan penyelundup narkotika di Rio de Janeiro.

Adriano, yang membantah ia melakukan pelanggaran dan belum dijadikan terdakwa, sejak itu telah pindah ke klub Roma, Italia.

(A011/S026)